GNS3 - KONFIGURASI OSPF DAN MPLS
Perkenalkan nama
saya Alex Lianardo, sekarang saya ingin membuat sebuah tutorial bagaimana cara
membuat sebuah routing ospf dan mpls di sebuah topologi jaringan.
Bab
1 Tujuan
1. Mempelajari Konsep Routing OSPF
2. Mempelajari MPLS
Bab
2 Bahan
1. Laptop/PC
2. Software GNS3
Bab
3 Dasar Teori
GNS3 adalah sebuah program graphical network simulator yang dapat
mensimulasikan topologi jaringan yang lebih kompleks dibandingkan dengan
simulator lainnya.
Open Shor Path First atau OSPF adalah sebuah routing standar protocol terbuka yang telah di aplikasikan oleh sejumlah vendor jaringan.
OSPF bekerja
dengan sebuah algoritma “link-state” yang disebut algoritma Dijkstra / SPF.
Cara kerja dari protokol ini adalah: Pertama, sebuah “pohon” dengan jalur
terpendek akan dibangun. Kemudian, routing table akan diisi dengan jalur-jalur
terbaik yang dihasilkan dari “pohon” tersebut. OSPF hanya mendukung routing IP
saja. Update routing table pada protokol ini dilakukan secara floaded saat
terjadi perubahan topologi jaringan. Bisa dibilang, OSPF ini adalah route
redistribution, yaitu sebuah layanan penerjemah antar routing protocol.
Macam-macam tipe routing OSPF
1. internal Router
Router
yang digolongkan sebagai internal router adalah router-router yang berada dalam
satu area yang sama. Router-router dalam area yang sama akan menanggap router
lain yang ada dalam area tersebut adalah internal router. Internal router tidak
memiliki koneksi-koneksi dengan area lain, sehingga fungsinya hanya memberikan
dan menerima informasi dari dan ke dalam area tersebut. Tugas internal router
adalah me-maintain database topologi dan routing table yang akurat untuk setiap
subnet yang ada dalam areanya. Router jenis ini melakukan flooding LSA
informasi yang dimilikinya ini hanya kepada router lain yang dianggapnya
sebagai internal router.
2. Backbone
Router
Salah
satu peraturan yang diterapkan dalam routing protokol OSPF adalah setiap area
yang ada dalam jaringan OSPF harus terkoneksi dengan sebuah area yang dianggap
sebagai backbone area. Backbone area biasanya ditandai dengan penomoran 0.0.0.0
atau sering disebut dengan istilah Area 0. Router-router yang sepenuhnya berada
di dalam Area 0 ini dinamai dengan istilah backbone router. Backbone router
memiliki semua informasi topologi dan routing yang ada dalam jaringan OSPF
tersebut.
3. Area
Border Router (ABR)
Sesuai
dengan istilah yang ada di dalam namanya “Border”, router yang tergolong dalam
jenis ini adalah router yang bertindak sebagai penghubung atau perbatasan. Yang
dihubungkan oleh router jenis ini adalah area-area yang ada dalam jaringan
OSPF. Namun karena adanya konsep backbone area dalam OSPF, maka tugas ABR
hanyalah melakukan penyatuan antara Area 0 dengan area-area lainnya. Jadi di
dalam sebuah router ABR terdapat koneksi ke dua area berbeda, satu koneksi ke
area 0 dan satu lagi ke area lain. Router ABR menyimpan dan menjaga informasi
setiap area yang terkoneksi dengannya. Tugasnya juga adalah menyebarkan
informasi tersebut ke masing-masing areanya. Namun, penyebaran informasi ini
dilakukan dengan menggunakan LSA khusus yang isinya adalah summarization dari
setiap segment IP yang ada dalam jaringan tersebut. Dengan adanya summary
update ini, maka proses pertukaran informasi routing ini tidak terlalu memakan
banyak resource processing dari router dan juga tidak memakan banyak bandwidth
hanya untuk update ini.
4. Autonomous
System Boundary Router (ASBR)
Sekelompok
router yang membentuk jaringan yang masih berada dalam satu hak administrasi,
satu kepemilikan, satu kepentingan, dan dikonfigurasi menggunakan policy yang
sama, dalam dunia jaringan komunikasi data sering disebut dengan istilah
Autonomous System (AS). Biasanya dalam satu AS, router-router di dalamnya dapat
bebas berkomunikasi dan memberikan informasi. Umumnya, routing protocol yang
digunakan untuk bertukar informasi routing adalah sama pada semua router di
dalamnya. Jika menggunakan OSPF, maka semuanya tentu juga menggunakan OSPF.
Namun,
ada kasus-kasus di mana sebuah segmen jaringan tidak memungkinkan untuk
menggunakan OSPF sebagai routing protokolnya. Misalkan kemampuan router yang
tidak memadai, atau kekurangan sumber daya manusia yang paham akan OSPF, dan
banyak lagi. Oleh sebab itu, untuk segmen ini digunakanlah routing protocol IGP
(Interior Gateway Protocol) lain seperti misalnya RIP. Karena menggunakan
routing protocol lain, maka oleh jaringan OSPF segmen jaringan ini dianggap
sebagai AS lain.
Untuk
melayani kepentingan ini, OSPF sudah menyiapkan satu tipe router yang memiliki
kemampuan ini. OSPF mengategorikan router yang menjalankan dua routing protokol
di dalamnya, yaitu OSPF dengan routing protokol IGP lainnya seperti misalnya
RIP, IGRP, EIGRP, dan IS-IS, kemudian keduanya dapat saling bertukar informasi
routing, disebut sebagai Autonomous System Border Router (ASBR).
Router
ASBR dapat diletakkan di mana saja dalam jaringan, namun yang pasti router
tersebut haruslah menjadi anggota dari Area 0-nya OSPF. Hal ini dikarenakan
data yang meninggalkan jaringan OSPF juga dianggap sebagai meninggalkan sebuah
area. Karena adanya peraturan OSPF yang mengharuskan setiap area terkoneksi ke
backbone area, maka ASBR harus diletakkan di dalam backbone area.
Jenis
– Jenis Area Dalam OSPF
Ada
Berapa Jenis Area dalam OSPF?
Setelah
membagi-bagi jaringan menjadi bersistem area dan membagi router-router di
dalamnya menjadi beberapa jenis berdasarkan posisinya dalam sebuah area, OSPF
masih membagi lagi jenis-jenis area yang ada di dalamnya. Jenis-jenis area OSPF
ini menunjukkan di mana area tersebut berada dan bagaimana karakteristik area
tersebut dalam jaringan. Berikut ini adalah jenis-jenis area dalam OSPF:
1. Backbone
Area
Backbone
area adalah area tempat bertemunya seluruh area-area lain yang ada dalam
jaringan OSPF. Area ini sering ditandai dengan angka 0 atau disebut Area 0.
Area ini dapat dilewati oleh semua tipe LSA kecuali LSA tipe 7 yang sudah pasti
akan ditransfer menjadi LSA tipe 5 oleh ABR.
2. Standar
Area
Area
jenis ini merupakan area-area lain selain area 0 dan tanpa disertai dengan
konfigurasi apapun. Maksudnya area ini tidak dimodifikasi macam-macam. Semua
router yang ada dalam area ini akan mengetahui informasi Link State yang sama
karena mereka semua akan saling membentuk adjacent dan saling bertukar
informasi secara langsung. Dengan demikian, semua router yang ada dalam area
ini akan memiliki topology database yang sama, namun routing table-nya mungkin
saja berbeda.
3. Stub
Area
Stub
dalam arti harafiahnya adalah ujung atau sisi paling akhir. Istilah ini memang
digunakan dalam jaringan OSPF untuk menjuluki sebuah area atau lebih yang
letaknya berada paling ujung dan tidak ada cabang-cabangnya lagi. Stub area
merupakan area tanpa jalan lain lagi untuk dapat menuju ke jaringan dengan
segmen lain. Area jenis ini memiliki karakteristik tidak menerima LSA tipe 4
dan 5. Artinya adalah area jenis ini tidak menerima paket LSA yang berasal dari
area lain yang dihantarkan oleh router ABR dan tidak menerima paket LSA yang
berasal dari routing protokol lain yang keluar dari router ASBR (LSA tipe 4 dan
5). Jadi dengan kata lain, router ini hanya menerima informasi dari
router-router lain yang berada dalam satu area, tidak ada informasi routing
baru di router. Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana
area jenis ini dapat berkomunikasi dengan dunia luar kalau tidak ada informasi
routing yang dapat diterimanya dari dunia luar. Jawabannya adalah dengan
menggunakan default route yang akan bertugas menerima dan meneruskan semua
informasi yang ingin keluar dari area tersebut. Dengan default route, maka
seluruh traffic tidak akan dibuang ke mana-mana kecuali ke segmen jaringan di
mana IP default route tersebut berada.
4. Totally
Stub Area
Mendengar
namanya saja, mungkin Anda sudah bisa menangkap artinya bahwa area jenis ini
adalah stub area yang lebih diperketat lagi perbatasannya. Totally stub area
tidak akan pernah menerima informasi routing apapun dari jaringan di luar
jaringan mereka. Area ini akan memblokir LSA tipe 3, 4, dan 5 sehingga tidak
ada informasi yang dapat masuk ke area ini. Area jenis ini juga sama dengan
stub area, yaitu mengandalkan default route untuk dapat menjangkau dunia luar.
5. Not
So Stubby Area (NSSA)
Stub
tetapi tidak terlalu stub, itu adalah arti harafiahnya dari area jenis ini.
Maksudnya adalah sebuah stub area yang masih memiliki kemampuan spesial, tidak
seperti stub area biasa. Kemampuan spesial ini adalah router ini masih tetap
mendapatkan informasi routing namun tidak semuanya. Informasi routing yang
didapat oleh area jenis ini adalah hanya external route yang diterimanya bukan
dari backbone area. Maksudnya adalah router ini masih dapat menerima informasi
yang berasal dari segmen jaringan lain di bawahnya yang tidak terkoneksi ke
backbone area. Misalnya Anda memiliki sebuah area yang terdiri dari tiga buah
router. Salah satu router terkoneksi dengan backbone area dan koneksinya hanya
berjumlah satu buah saja. Area ini sudah dapat disebut sebagai stub area. Namun
nyatanya, area ini memiliki satu segmen jaringan lain yang menjalankan routing
protokol RIP misalnya. Jika Anda masih mengonfigurasi area ini sebagai Stub
area, maka area ini tidak menerima informasi routing yang berasal dari jaringan
RIP. Namun konfigurasilah dengan NSSA, maka area ini bisa mengenali segmen
jaringan yang dilayani RIP.
Apa Itu MPLS?
Multiprotocol
Label Switching atau MPLS adalah teknologi
penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Asas kerjanya
menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan
packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya.
Sebelumnya, paket-paket diteruskan dengan protokol routing seperti OSPF, IS-IS, BGP, atau EGP. Protokol routing berada
pada lapisan network (ketiga) dalam sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara lapisan kedua dan
ketiga.
Bab 4 Langkah
Bentuk Topologi
·
Buka Gns
·
Buat Lembaran Baru
·
Pilih Device Yang Diperlukan Dan Drag Ke
Dalam Lembaran
·
Tambahkan Port Pada Tiap Router
Lakukan
Hal Yang Sama Pada Router 2 Dan 3
·
Sambungkan Port-Port Yang Ada Dikomponen
Ke Satu Sama Lain Menggunakan Kabel
·
Jadilah Bentuk Topologi Seperti Berikut
·
Klik Ctrl+A Lalu Klik Kanan Dan Tekan
“Start”
·
Tanda Hijau Artinya Komponen Nyala
·
Klik “View” Di Pojok Kiri Atas Lalu
Tekan “Show/Hide Interface Labels”
·
Muncul Informasi Tentang Label Tiap
Kabel Seperti Berikut
·
Konfigurasi Ip Di Router, Klik Kanan
Ikon Router Lalu Pilih “Console” Dan Tambahkan Perintah Seperti Berikut
Konfigurasi
R1
Konfigurasi
R2
Konfigurasi
R3
·
Konfigurasi Tiap PC, Klik Kanan Ikon PC
Lalu Klik “Console”
Konfigurasi
Konfigurasi PC1
Konfigurasi
PC2
·
Lakukan Hal Sama Yang Pada PC Lain
·
Note: Arti Dari “192.168.11.163
255.255.255.224 192.168.11.161”
192.168.11.163
Adalah Ip Address
255.255.255.224
Adalah Subnetmask
192.168.11.161
Adalah Gateway
·Konfigurasi Ospf
Konfigurasi
Ospf Di R1
Konfigurasi
Ospf Di R2
Konfigurasi
Ospf Di R3
·
Cek Ospf
Cek
Ospf Di R1
Cek
Ospf Di R2
Cek
Ospf Di R3
·
Konfigurasi Mpls
Konfiguras
Mpls Di R2
Konfigurasi
Mpls Di R1
Konfigurasi
Mpls Di R3
·
Cek Mpls
Cek
Mpls Di R2
Cek
Mpls Di R3
Cek
Mpls Di R1
·
Tes Ping
Bab 5 Analisis
Router dapat terhubung karena kita telah mengkonfigurasinya dengan OSPF. Ternyata OSPF konsepnya adalah setiap IP pada router seperti dijadikan gateway dengan memanfaatkan sambungan port yg sudah diberi IP dengan subnet yg sama. Sehingga, IP lainnya yg ada didalam port pada router bisa terhubung.
Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar.






































Tidak ada komentar:
Posting Komentar